Tuesday, 7 July 2015

Mari Berkarya untuk Bangsa!

Tags
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Memakai baju batik dan membawa dua tas ransel, Isnawati Hidayah (21), mahasiswi berprestasi Universitas Negeri Malang (UM) ini baru saja menyelesaikan seleksi Mawapres nasional 2015 di Hotel Santika Premiere Malang selama tiga hari (28-30/6).
Gadis asal Salatiga, Jawa Tengah ini membawa simbolis hadiah uang Rp 5 juta dan tropi hasil sebagai finalis di Mawapres tingkat Nasional 2015. Dengan bersemangat, ia menceritakan dana itu akan ia simpan untuk mengikuti AFLES ( Asean Future Leaders Summit) 2015 di Malaysia dan Thailand akhir Juli 2015.
Ia akan menjadi pemakalah Iconas (International Conference On ASEAN Studies) di Thailand mewakili delegasi Indonesia bersama temannya.
"Pendanaannya cari sendiri untuk kegiatan itu, jadi saya cari sponsor. Nanti berangkat sendiri ke Malaysia, kalau ke Thailandnya ikut rombongan Afles, nanti ketemu teman yang juga penah kalah di Thailand," jelas alumni SMKN 2 Salatiga.
Untuk menyiasati pengeluarannya dalam perjalanan ke luar negeri, mahasiswa bidikmisi ini mengaku memilih sistem backpacker untuk perjalanannya.
"Biasanya saya cari penerbangan yang lagi promo, biar bisa hemat. Pernah saya ke Kuala lumpur sekali perjalanan cuma habis Rp 400 ribu," terang gadis yang hobi traveling ini.
Afles merupakan kegiatan kepemudaan yang membahas isu ASEAN dan pertukaran budaya antar negara selama 10 hari. Di Indonesia telah terpilih 14 orang untuk mengikuti kegiatan ini, termasuk Isna. Program setahun sekali ini bagi Isna merupakan kesempatan kesekian kali untuk melakukan kegiatan di negeri orang.Sebelumnya ia juga pernah mengikuti Nusantara Leadership Camp yang dibiayai penuh oleh kerajaan Malaysia selama 5 hari. Serta menjadi pemakalah pengembangan UMKM di berbagai negara.
"Mungkin sebagian orang mengira kalau mengikuti kegiatan keluar negeri itu harus punya link, tetapi bagi saya yang penting rajin cari info online. Saya saja dapatnya dari grup di facebook," papar anak bungsu dari tiga bersaudara ini.
Keaktifannya diberbagai organisasi diawali sejak akhir SMK, ia mengikuti English Debat Club sebagai momen tolak balik pandangan hidupnya untuk melakukan pengembangan diri.
"Kebetulan di SMK ketemu orang-orang keren di Club yang kerja dan dapat beasiswa ke luar negeri. Akhirnya saya juga ingin dapat seperti itu," kenang gadis kelahiran 28 April 1994.
Perjuangannya dimulai dengan mengikuti SNMPTN di Universitas Airlangga dan Ujiversitas Gajayana, tetapi tidak membuahkan hasil. Dan akhirnya dirinya mengikuti jalur SBMPTN dengan pilihan pertama Ekonomi Pembangunan UM.
"Nekat saja waktu itu meskipun tidak ada keluarga atau teman, saya memang ingin ke wilayah timur karena pertumbuhan ekonominya cepat dibanding di daerah asal saya," jelasnya.

Pilih Backpacker ke Luar Negeri Ikuti Acara Kepemudaan

Tags

SURYA.co.id | MALANG - Memakai baju batik dan membawa dua tas ransel, Isnawati hidayah (21) baru saja menyelesaikan seleksi Mawapres nasional 2015 di Hotel Santika Premiere Malang selama tiga hari (28-30/6/2015).
Saat ditemui Surya.co.id gadis asal salatiga ini membawa simbolis hadiah uang Rp 5 juta dan trofi hasil sebagai finalis di Mawapres tingkat Nasional 2015.
Maklum dia adalah mahasiswa berprestasi (Mawapres) Universitas Negeri Malang (UM)
Dengan bersemangat ia menceritakan dana itu akan ia simpan untuk mengikuti AFLES ( Asean Future Leaders Summit) 2015 di Malaysia dan Thailand akhir Juli 2015 dan menjadi pemakalah Ikonas di Thailand mewakili delegasi Indonesia bersama temannya.
"Pendanaannya cari sendiri untuk kegiatan itu, jadi saya cari sponsor. Nanti berangkat sendiri ke Malaysia, kalau ke Thailandnya ikut rombongan Afles, nanti ketemu teman yang juga pemakalah di Thailand," jelas alumni SMKN 2 Salatiga.
Untuk menyiasati pengeluarannya dalam perjalanan di luar negeri, mahasiswa bidikmisi ini mengaku memilih sistem backpacker untuk perjalanannya.
"Biasanya saya cari penerbangan yang lagi promo, biar bisa hemat. Pernah saya ke Kuala lumpur sekali perjalanan cuma habis Rp 400 ribu," terang penghobi traveling ini.
Afles merupakan kegiatan kepemudaan yang membahas isu ASEAN dan pertukaran budaya antarnegara selama 10 hari.
Di Indonesia telah terpilih 14 orang untuk mengikuti kegiatan ini, termasuk Isna.

Salam Mahasiswa Berprestasi Indonesia!

Tags
Pagi itu, tiba-tiba mendapat BBM dari sahabat saya yang mengatakan bahwa saya lolos 15 Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional 2015. Rasa syukur dan haru bercampur menjadi satu. Ini merupakan rencana Allah yang sangat indah karena saya dipertemukan dengan orang-orang hebat dalamhidup saya. Hingga saat ini saya yakin bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati usaha.

 Daftar 15 Finalis Mawapres Nasional 2015

28 Juni-1 Juli 2015menjadi tanggal yang sangat istimewa. Saya bisa bertemu dangan 14 mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengikuti seleksi Final Mawapres Nasional 2015. 



Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Negeri Malang!

Tags
Anugerah terindah..
Terimakasih Allah atas semua cerita kehidupan-Mu yang luar biasa dan selalu tak terduga. Alhamdulillah saya dipercaya sebagai Mawapres Utama Universitas Negeri Malang dan mewakili UM untuk mengikuti seleksi tingkat nasional yangdiadakan oleh RISTEKDIKTI.

Tahun 2015 merupakan tahun yang penuh kejutan. Setelah mengikuti seleksi yang panjang dan persaingan ketat, berkat doa dan dukungan orang-orang tersayang, saya bisa menjadi Mawapres 1 Universitas Negeri Malang. Mawapres bukan hanya sebuah kompetisi, namun inilah wadah nyata untuk membuktikan pada dunia bahwa mahasiswa merupakan "agent of change". Bukan hanya jargon yang dikoar-koarkan. Berbagi pengalamna, menginspirasi dan berjuang bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

Terimakasih untuk tulisannya :)

Apalah arti kehidupan jika hidup hanya sekedar hidup. Karena saling membantu dan membahu menjadi kebahagiaan yang luar biasa. Salam Mahasiswa Berprestasi UM! Bangga menjadi bagian dari Bidikmisi!

Dusun Bendrong, Komunitas Ekonomi Kerakyatan dataaaaang!

Tags
Bakti sosial merupakan salah satu aktifitas favorit saya. Membagikan ilmu, pengalaman menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Sungguh menyenangkan!

Sungguh beruntungnya saya merantau di Kota Malang ini. Beruntungnya saya dilahirkan di Kota Salatiga. Dusun yang jauh dari pusat kota dan dengan fasilitas sederhana namun kerjasama masyarakatnya yang luar biasa menjadikan saya semakin bertekad untuk ikut andildalam membangun desa. Meskipun saya bukan menteri, meskipun saya hanya seorang mahasiswa bidikmisi, hidupa tanpa membantu orang lain tidak akan ada gunanya. Termakasih Allah, terimakasih Universitas Negeri Malang. Terimakasih Bidikmisi, Jaya Ekora!

International Conference on Multidiciplinary Academics, Kuala Lumpur, lanjut Singapore!

Tags
Bulan april merupakan bulan yang penuh berkah. Bukan karena bulan inimerupakanbulan ulang tahun saya. Namun karena saya berkesempatan diundang sebagai pemakalah di ICMA.  Yipi, welcome to Kuala Lumpur, Malaysia!

Mencari ilmu sambil jalan-jalan merupakan hal yang menyenangkan bagi saya. Saya harap saya dan teman-teman bisa saling sharing dan bercerita. Salah satunya :

 Publikasi Ilmiah merupakan hal yang menarik. Hingga saat ini saya terus berusaha untukbelajar menulis dan menganalisis masalah-masalah disekitarku. Untuk teman-teman yang hobi menganalisis permasalahan di UMKM mungkin kita bisa berbagi bersama. :)


ICMA menjadi kado terindah di Ulang Tahunku pada 28 April ini. terimakasih Allah-ku :3


Malaysia menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Petualangan dan perjalanan sayapun dilanjutkan ke Singapura. Menganalisa budaya yang berbeda, sistem perekonomian dan cara berkomunikasi yang berbeda menjadi suatu hal yang menyenangkan.


Wirausaha itu harus! Java Crunchy!

Tags
Semester ini menjadi periode yang nendang banget buat saya. Karena saya dan teman-teman saya mencoba merintis sebuah bisnis snack yang kami sebut "Java Crunchy".Untuk ertama kalidalam hidup saya, saya mengerti panasnya terik matahari saat berjualan dan penolakan bertubi-tubidari para calon pembeli. Inilah yang membuat kami lebih kompak dan strong.

Ini dia produk idaman kami!
Rengginang merupakan snack tradisional yang kami angkat. Observasi dan kerja keras merupakan makanan sehari-hari kami. Desa Sambigede yang terkenal sebagai sentra pembuatan rengginang di Kabupaten Malang menjadi sasaran empuk untuk kami dalam berlatih dan berjualan. Pengalaman yang sangat mengesankan.


Yah..siapa bilang membuat rengginang itu mudah? butuh ketelatenan dan kesabaran yang dasyat. Jangan sampai produk rengginang kita tidak mengembang saat di goreng.Karena kepuasan konsumen adalah kebahagiaan kami. Go Java Crunchy!



The 39th Indonesia Proteleum Association Convention and Exhibition! It is GREAT!

Tags
Pengalaman ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Terpilih sebagai salah satu poster presenter di IPA Convex 2015 dan mendapatkan scholarship untuk mengikuti serangkaian kegiatan tersebut di Hotel Sultan dan Jakarta Convention Center menjadi kenangan indah di semester ini. Saya sebagai author dan rekan saya Galih Dwi P sebagai Co-author mengenkat judul "

Local Resource Management for Green Electricity through Cooperative Institutional for Rural Areas "

 download:
http://archives.datapages.com/data/ipa_pdf/2015/ipa15-se-118.pdf

Profesional dan perusahaan minyak dan gas bonafit ikut andil dalam event bergengsi ini. Untuk teman-teman yang ingin ikut event yang sudah diselenggarakan hampir empat dekade ini silahkan akses ipaconvex.com.