Thursday, 30 June 2016

Tabungan Sampah Pulau Pramuka

Tags

Tulisan sederhana saya tentang perjuangan ibu-ibu yang mengolah sampah menjadi berkah. Sebagai wujud apresiasi terhadap mereka yang menjadi Panutan bagii kita anak muda.

check this out!
http://surabaya.tribunnews.com/2016/06/26/kreasi-sampah-warga-pulau-pramuka-diekspor-ke-belanda


Reportase : Isnawati Hidayah
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
FENOMENA menarik terihat di pulau Pramuka yang merupakan bagian dari Kepulauan Seribu, Jakarta. Bukan tentang wisata air, penangkaran penyu, budidaya mangrove yang menjadi sorotan unik di pulau ini.
Namun mengenai momok bagi masyarakat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu sampah. Sampah, menjadi permasalahan di setiap sudut kota maupun pedesaan negeri ini. Namun, di pulau Pramuka ini sampah justru menjadi berkah dan sumber penghasilan bagi ibu-ibu rumah tangga yang mendiami pulau ini.
Kesempatan berinteraksi langsung dengan ibu-ibu pejuang lingkungan nan kreatif tersebut saya dapatkan ketika menjadi delegasi International Youth Forum for Climate Change and Sustainable Development 2016 yang dihajat Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bersamaan dengan launching generasi pertama Satuan Tugas Pemuda Ramah Lingkungan atau co youth corps.
Salah satu pembelajaran yang bisa dilakukan adalah beriteraksi langsung dengan masyarakat yang mengelola Hutan Wisata Edukasi Konservasi. Setiap Sabtu pukul 13.00 hingga usai, ibu-ibu ini berkumpul, menabung sampah dan membuat kerajinan tangan dari sampah. Hasil kerajinan tangan mereka dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan hingga ke Belanda.
Pernyataan menarik dari koordinator program tersebut adalah, arisan itu penting, karena itu untuk membangun ikatan emosional. Ibu-ibu ini  jika sudah berkumpul mampu melakukan perubahan dan saling membangun, atau bahkan sebaliknya. The power of women.
Pengalaman tersebut membuka mata saya bahwa isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan menjadi tanggung jawab semua lapisan masyarakat di semua lini untuk mencapai Sustainable Development Goals.
Bukan menyoal hanya para politisi dan birokrat yang bertanggungjawab karena ini humanity, dilakukan dengan lengkap paling sederhana dan yang paling dekat dengan kita.
Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak