Saturday, 17 September 2016

TIPS JITU LOLOS LPDP SEKALI TEMBAK


LPDP menjadi salah satu penyedia beasiswa yang bergengsi untuk mereka yang ingin menempuh pendidikan Magister/Doktoral/Tesis /Disertasi dan peminatnya selalu meningkat di setiap tahunnnya di Indonesia. Melalui tulisan sederhana ini saya ingin berbagi cerita tentang perjuangan dan pengalaman menjadi salah satu awardee LPDP tahun 2016. Kala itu saya sangat terbantu dengan adanya tulisan- tulisan di blogger untuk para pejuang beasiswa LPDP. Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman-teman yang sedang berikhtiar untuk mendaftar LPDP.
Seleksi batch 3 tahun ini mengantarkan saya menjadi salah satu AWARDEE LPDP Tahun 2016. Pada batch inilah saya pertama kali mencoba untuk mendaftarkan diri di seleksi LPDP 2016. Saat mendaftar, saya menggunakan SKL dan belum diwisuda.
LPDP menjadi penyedia beasiswa yang berintegritas dan selalu melakukan pembenahan sistem disetiap tahunnya. Ada teman saya yang bercerita bahwa temannya sudah mendapatkan LOA dari salah satu universitas di Inggris dan skor IELTS nya 7.0, namun dia tidak berhasil lolos menjadi salah satu awardee LPDP. Ada juga blog yang menceritakan bahwa temannya mendapatkan skor IELTS 7.5 dan sudah mendapat LOA dari Harvard University, namun belum bisa menjadi awardee LPDP. Pertanyaan besar muncul dibenak saya kala itu, sosok seperti apakah yang sebenarnya dicari oleh pihak LPDP?
Berdasarkan observasi saya selama ini, menurut pandangan dan pemahaman saya, LPDP mencari seorang sosok pemimpin masa depan yang berkarakter untuk membangun Indonesia. LPDP-pun memiliki nilai dan budaya khusus.
Nilai dan budaya dari LPDP adalah:
Nilai & Budaya
1. Integritas
Berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar serta memegang teguh prinsip-prinsip moral.
2. Profesionalisme
Bekerja tuntas, akurat atas dasar kompetensi terbaik, penuh tanggung jawab, dan komitmen yang tinggi.
3. Sinergi
Membangun hubungan kerja sama internal maupun kemitraan yang produktif dan harmonis.
4. Pelayanan
Bekerja sepenuh hati, transparan, cepat, akurat dan mudah dalam memenuhi kepuasan pemangku kepentingan.
5. Kesempurnaan
Berupaya melakukan perbaikan disegala bidang untuk menjadi dan memberikan yang terbaik.
Demikian adalah persyaratan utama untuk mendaftar beasiswa LPDP:
Syarat utamanya: :
1) WNI,
2) Batas usia adalah < 35 tahun (S2) dan < 40 tahun (S3),
3)Telah memiliki unconditional LoA (surat penerimaan bebas syarat) jika belum, maka IPK harus > 3,00 (S2) dan > 3,25 (S3) serta memiliki skor TOEFL ITP minimum 500, IELTS 6.0, atau IBT 65 untuk dalam negeri dan TOEFL ITP 550, IELTAS 6.5, dan IBT 79 untuk luar negeri. Untuk afirmasi, nilai TOELF ITP minimal 400. Sertifikat TOEFL ITP resmi diterbitkan oleh ETS (www.ets.org).
Untuk studi program magister di luar negeri pada PT yang bahasa pengantarnya bukan Bahasa Inggris, dapat menyesuaikan dengan persyaratan bahasa yang diminta. Silakan mengecek website LPDP ya.)
4) Menulis essay (500-700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/instansi/profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”. Yang perlu diperhatikan, jangan sekali-kali plagiat karena pasti ketahuan reviewer.
5) Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang dibawa saaat seleksi wawancara serta surat keterangan sehat dari RS pemerintah (termasuk juga surat bebas NAPZA dna TBC).
6) Rencana studi untuk S2 dan ringkasan proposal penelitian untuk S3,
7) Mendaftar di universitas yang masuk dalam list LPDP (silakan dicek di website).
8) Surat rekomendasi (bisa dari dosen/tokoh masyarakat). Satu hal lagi, telah mendapatkan izin dari atasan bagi yang sedang bekerja.
Berikut ini adalah hal-hal yang harus kita perhatikan sebelum mendaftarkan diri dalam seleksi beasiwa LPDP, meningingat kita hanya memiliki kesempatan 2 x seumur hidup untuk mengikuti seleksi wawancara apabila kita gagal.

PERSIAPAN SEBELUM MENDAFTAR

1.   Luruskan Niat
Tanyakan ke hati kita yang paling dalam, kenapa kita ingin mendapatkan beasiswa LPDP. Apa yang ingin kita kontribusikan kepada bangsa Indonesia untuk membangun negara kita ini? Kenapa kita ingin mengambil studi lanjut?.

“Inti hidup itu adalah kombinasi niat ikhlas, kerja keras, doa dan tawakkal. Ikhlaskan semuanya, sehingga tidak ada kepentingan apa-apa selain ibadah. Kalau tidak ada kepentingan, kan seharusnya kita tidak tegang dan kaget.”
-Ahmad Fuadi

Menuntut ilmu dan memberikan kebermanfaatan untuk orang lain merupakan hal yang menentramkan di dunia ini.

“Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu
yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya”
(HR. Muslim).

2.      Persiapan dan Perencanaan yang Matang

Rencana, rencana dan rencana tanpa melupakan masa yang sekarang. Apabila kita benar-benar berencana untuk mendaftarkan diri dalam seleksi Beasiswa Magister maupun Doktoral, maka persiapan dan perencanan menjadi hal yang sangat penting.
a. Persiapkan semua dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan
b. Menyiapkan esay dan rencana studi
d. Memahami dan mempelajari panduan yang ada dan semua mengenai LPDP. Semua syarat dan ketentuannya bisa dipelajari di http://www.lpdp.depkeu.go.id/beasiswa/

Saya merencanakan dan mempersiapkan untuk mendaftarkan di Beasiswa LPDP sudah sejak semester 7 sembari terus memantaskan diri.



Saya memantapkan niat dan merencanakan apa yang akan saya kerjakan dan lakukan untuk kedepannya. Saya mulai mempelajari syarat dan ketentuan yang ada, mematangkan bahasa inggris untuk memenuhi skor TOEFL ITP dari pihak LPDP, dan mulai memilih universitas dan jurusan yang saya minati. Observasi secara mendalam.
Semua sudah tertuliskan rapi di timeline agar persipan kita lebih terarah. Selain mempersiapkan diri untuk mendaftar LPDP saya juga sibuk menyelesaikan skripsi saya masa itu. Karena saya meyakini, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. :D.
Bahkan pemilihan judul penelitian skripsi juga saya pikirkan dengan matang  sekaligus mempersiapkan apabila saya lanjut ke Master Degree. Sehingga penelitiannya tetap berkesinambungan dan semoga bisa bermanfaat. Saya fokus melakukan penelitian dibidang pengembangan UMKM. Semua hal harus bisa dijelaskan secara jelas, lugas dan terstruktur dalam rencana studi kita.
Pada bulan Mei 2016, saya melaksanakan sidang skripsi dan mendapatkan SK Yudisium pada tanggal 23 Mei 2016 dan menunggu wisuda pada bulan September 2016. Pada pertengahan Juni, saya mulai bekerja di sebuah NGO yang bernama P.U.P.U.K (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil). Dimana NGO tersebut memberi saya dana hibah penelitian skripsi sejak tahun 2015 (Iseng daftar dan kebetulan ketrima sih, alhamdulillah :b).

“Tak ada persiapan terlalu pagi”
Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

Persiapkan semua dengan matang. Membuat esai dan rencana studi bukanlah membuat candi dalam cerita Roro Jonggrang yang bisa selesai dalam satu malam. Jauh-jauh hari alangkah lebih baiknya kita mulai menyusun jadwal mengambil test TOEFL ITP, TOEFL maupun IELTS yang menjadi salah satu syarat administratif dalam seleksi LPDP. Selain itu mengurus surat kesehatan membutuhkan tenaga dan waktu ekstra, karena kita harus tes TBC, Surat Sehat dan Keterangan Bebas Narkoba yang dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah. Harus ada timeline yang jelas.

3.   Sharing pengalaman dengan orang yang telah berpengalaman dan mengikuti seleksi beasiswa LPDP.
Sharing dan belajar dari pengalaman orang lain menjadi jurus yang paling jitu. Saya membaca, memahami dan mempelajari pengalaman yang di share di blog maupun website pribadi, terutama tulisan mengenai “Pengalaman Gagal Seleksi Beasiswa LPDP”, baru saya mempelajari “Pengalaman Sukses Seleksi Beasiswa LPDP” yang sangat banyak kita temukan apabila mencarinya melalui search engine “GOOGLE”. Saya mencoba menghuungi senior-senior yang telah berhasil menjadi Awardee LPDP sebelumnya.

The only source of knowledge is experience. - Albert Einstein
Terkadang pengalaman bisa berasal dari oarang-orang disekitar kita.

4.   Memanfaatkan Waktu S1 semaksimal mungkin.
Mencari pengalaman melalui organisasi di ekstra kampus maupun intrakampus, meningkatkan pengalaman dibidang penelitian dan penulisan artikel ilmiah, bertanggungjawab dengan semua tugas akademik, melakukan pengabdian masyarakat dan kegiatan keagaman.  Untuk bagian ini, saya sudah menuliskannya di tulisan-tulisan saya sebelumnya di isnawatihidayah.blogspot.com (hehe :D). Karena menurut pandangan subyektif saya, karakter, personality dan softskill dalam diri seseorang bukanlah sesuatu yang bisa dibentuk secara instan. 

SELEKSI ADMINISTRATIF

1.       Esai
Pengerjaan esai saya lakukan beberapa bulan dengan sistem baca edit edit baca edit edit, Jadi melalui beberapa tahan koreksi agar esai dapat terselesaikan dengan maksimal.
2.       Rencana Studi
Rencana Studi menjadi salah satu syarat yang krusial dalam mendaftar beasiswa. Saya mencoba untuk mengobservasi secara mendalam mengenai jurusan yang akan saya ambil dan menghubungi Program Director dari kampus tujuan untuk mendapatkan informasi yang valid dan lebih lengkap.
3.       LoA
LPDP tidak mewajibkan pendaftar untuk memiliki LoA. Namun sebagai pemenuhan syarat administrasi, kita harus memiliki skor minimal tertentu TOEFL ITP/IELTS/TOAFL ataupun sesuai dengan persyaratan yang sudah saya jabarkan sebelumnya. (diatas yaa..:D)
4.       Surat Rekomendasi
Saya mendapatkan surat rekomendasi dari Bapak Dekan Fakultas Ekonomi UM (Terimakasih bapak Eko Budi J ), Ibu Kajur Ekonomi Pembangunan yang merupakan Dosen Pembimbing Skripsi saya (Terimakasih Ibu Wulan) dan dari Executive Director ICOMP (International Council on Management Population Program) yang berlokasi di Selangor, Malaysia.
5.       Surat Keterangan Sehat, Bebas Narkoba dan Bebas TBC
Berkas yang satu ini membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya yang lebih dari syarat yang lainnya. Jadi semangat untuk mempersiapkannya. Semua surat wajib berasal dari Rumah Sakit Pemerintahan I derah masing-masing. Saya mengambil tes kesehatan, bebas narkoba dan bebas TBC di RSUD Soetomo Surabaya.

 SELEKSI SUBTANTIF

Pada tanggal 10-12 Agustus 2016 di Gedung Keuangan Negara, test subtantif untuk chapter Surabaya dilaksanakan. Saya mendapatkan jadwal pada tangga 11-12 Agustus 2016. Berikut ini adalah tips untuk mengahadapi seleksi subtantif:

1.    LGD (Leaderless Group Discussion)

Sekitar satu minggu sebelum tes subtabtif, kami yang lolos ke tahap seleksi subtantif mengadakan meet up dan belajar bersama di Universitas Negeri Malang pada pukul 09.00. Alhamdulillah beberapa teman perjuangan saya saat itu juga berhasil menjadi Awardee LPDP 2016 Batch 3. Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah mengikuti berita, isu nasional yang sedang booming pada saat itu. Kunci dari LGD adalah bukan bagaimana kita paling menonjol dan paling banyak mengungkapkan ide, namun bagamana kita dengan jiwa kepemimpinan dan karakter kita mampu mengkomunikasikan ide yang kita miliki terhadap orang lain tanpa harus mendominasi dan tetap menghargai pendapat dari orang lain.

Wise men speak because they have something to say; Fools because they have to say something. - Plato

Sebaiknya teman-teman yang lolos tahap ini datang lebih awal, karena sangat dimungknkan jadwal kita tidak sama dengan yang tetera di akun LPDP kita.
Sama dengan ang tertera di akun kita. Oleh karena itu saya datang 3 jam lebih awal untuk beradaptasi dengan atmosfer yang ada di tempat seleksi.

2.    On the Spot Essay
Didalam sebuah ruangan, kita akan mendapatkan 2 artikel dan kita diminta untuk menuliskan sebuah esai dengan tema dari salah satu artikel yang ada, waktu yang diberikan adalah 30 menit. Saat itu saya mendapatkan pilihan untuk menulis tentang Kerusuhan di Tanjung Balai dan Tax Amnesty. Saya memilih Tax Amnesty untuk bahan esai saya. Manjemen waktu yang baik menjadi kunci dalam menyelesaikan esai ini. Untuk yang mengambil Magister Dalam negeri, esai ditulisa dalam bahasa Indonesia, sedangkan untuk Magister Luar Negeri, esai ditulis dalam bahasa Inggris.

3.    Wawancara
Banyak senior yang mengatakan bahwa tahap inilah yang memiliki bobot penilaian paling tinggi. Karena disinilah pewawancara dapat menilai kita secara langsung dan berinteraksi dengan kita. Banyak blog yang menuliskan pertanyaan dan jawaban dalam tahap wawancara, ini sebuah kesalahan besar apabila kita dengan serta merta melihat pertanyaan dan menyusun jawaban dan kemudian menghafalkannya untuk menghadapi tes wawancara. Hal tersebut terlalu pragmatis. Kunci yang paling penting adalah, pahami dan kenali diri kita sendiri secara mendalam. Persiapkan semua sesuai dengan karakter kita masing-masing. Selain itu kejujuran menjadi hal yang sangat penting, jawab semua pertanyaan dengan jujur tanpa mengada-ada yang tidak ada maupun meniadakan yang ada. Bagi yang mendaftar Magster Dalam Negeri, wawancara dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia, sedangkan Magister Luar Negeri dengan Bahasa Inggris. Ada yang hanya 20% ataupun 50% penggunaan Bahasa Inggris dalam wawancara, namun ada juga yang 45 menit dan menggunakan 100 % Bahasa Inggris, contohnya adalah saya :D. Persiapkan semua dengan matang. Pewawancara saya terdiri dari 3 orang, salah satunya adalah seorang Psikolog yang dapat menilai gerak-gerik kita bahkan gerakan bola mata dan setiap kata yang kita ucapkan pada saat wawancara. So, be honest!. Esai dan rencana studi menjadi bahan wawancara yang akan di tanyakan pada saat tahap wawancara. Eits,,tapi ingat..tidak ada yang benar-benar tahu apa yang akan terjadi saat di meja wawancara dan pertanyaan apa yang akan muncul. Demikian adalah contoh dan sekedar gambaran saat saya mengikuti tahap wawancara:
Keterangan:
Pewawancara : P
Saya : S
--------------------------------------------------------------------------
P: Selamat datang, perkenalkan tentang diri anda?
S: (Saya menjawab setenang mungkin dan memperkenalkan diri saya yang ada di luar CV yang sudah saya tuliskan)
P: Ceritakan tentang makanan khas dari kota asalmu, Salatiga?
S: (Saya mulai menceritakan mengenai enthing-enthing gepuk, gethuk kethek dan makanan khas lainnya. Saya sedikit khawatir karna baru awal tahap wawancara namun pertanyaan yang di tanyakan sangat jauh dari ekspektasi saya seperti halnya rencana studi, tesis yang saya ambil ataupun hal seputar itu seperti yang ada di blogger awardee-awardee sebelumnya. Sayapun sempat terbersit, they aren’t interested with me L )
P: Kamu sudah punya pacar?
S: No, I have not. (Kekhawatiran saya mulai berlanjut, kenapa pertanyaan seperti ini yang ditanyakan. Bagaimana dengan alasan saya memilih jurusan dan kampus tujuan. Huaa L , Bahkan pertanyaan ini ditanyakan dan diulangi hingga 3x :D.)
P: Kamu kan mengambil negera tujuan Belanda, bagaimanakah apabila ada warga negara sana yang mengajakmu menikah dan memintamu tinggal disana?
S: Tidak, pak. Saya ingin memiliki suami orang Indonesia.
P: Tapi kan jodoh ditangan Tuhan?
S: (Lhooh,,lhoh pertanyaanya, kenapa bukan yang scientific dan seperti yang ada dibayangan saya L ), Iya, bapak. Karena orantua saya tidak bisa berbahasa Inggris, jadi orang Indonesia saja. :D (Semua pewawancarapun tertawa dan suasana mencair).
Psikologpun akhirnya bertanya…
Ps: Apakah kondisi terberat dalam hidup kamu?
S: (Saya bercerita jujur apa adanya, tanpa dramatisasi kala itu J )
Ps: Punya pengalaman organisasi apa?
S: (Saya mulai menceritakan pengalaman saya berorganisasi dan pengabdian masyarakat, menceritakan apa yang ada.)
………….
Dalam sesi ini waktunya cukup lama dan tidak sedikit teman-teman yang saya amati dan keluar dari ruang wawancara terlihat berkaca kaca seperti setelah menangis. Saya hanya berfikir, I shouldn’t do that, just be me. J. Rencana studi dan alasan pemilihan jurusan tidak ditanyakan lagi, karena mungkin semua sudah terpaparrkan di esai dan rencana studi saya (mencoba khusnudzon :* )
Tanpa terasa 45 menit lebih sedikit telah berlalu dan sesi wawancarapun berakhir.

PASCA SELEKSI

Doa dan Pasrah
Saya sudah melakukan ikhtiar terbaik, sekarang saatnya pasrah dan selalu berdoa. Jangan lupa minta doa restu orang tua, terutama ibu. Bagi saya Restu Ibu adalah Restu Semesta.
Semoga tips ini bisa menjadi semangat dan bermanfaat untuk teman-teman semuanya. Maaf apa bila ada kesalahan penulisan dalam catatan saya ini. Semoga setiap ikhtiar kita mendapat berkah dan barokah dari-Nya.
Semoga sepenggal pengalaman saya ini bisa memberikan gambaran teman-teman bagaimana proses seleksi LPDP dan selamat berjuang.
Saya berencana melanjutkan studi ke Erasmus University Rotterdam dengan jurusan Entrepreneurship and Strategy Economics. Namun karena pada tahun ajaran 2016/2017 (tahun ini) jurusan tersebut tidak dibuka dan EUR adalah satu-satunya kampus di dunia yang menyediakan jurusan itu. Maka, saya memutuskan untuk mengajukan perpindahan kampus ke Master of International Development Studies, jurusan Economics Development, Wageningen University and Research. Karena di kampus ini, Development Studies-nya menempati peringkat 13 dunia. Alhamdulillah tepat 28 April 2017 (hari ulang tahunku :D), saya mendapatkan kabar persetujuan perpindahan kampus di LPDP. Insya Allah ditulisan selanjutnya, saya akan mneulis tentang Tips Sederhana Mendapatkan LoA Kampus di Inggris dan Belanda, Tips Perpindahan Kampus LPDP. Keep in touch, ya!
Mari kita saling mendukung dan mendoakan untuk Indonesia yang lebih baik. Bismillahirrahmanirrahim..



Kota Yogyakarta, 28 April 2017, Pukul 22.00
Salam Hangat,



Isnawati Hidayah
Awardee LPDP Afirmasi Batch 3 Tahun 2016
Alumni Jurusan Ekonomi Pembangunan (Economics of Development) Universitas Negeri Malang
Feel free to share! Monggo…
Ig : isnawatihidayah
FB: Isnawati Hidayah/Isnawati Hidayah II

"Setiap kali aku malas belajar dan berdoa, aku selalu ingat anak-anakku kelak berhak dilahirkan dari rahim seorang ibu ang cerdas."