Tuesday, 22 November 2016

Harus Ada Romantisme antara Dunia Pendidikan dan Pelaku UMKM

Tags

UMKM menjadi penopang hidup masyarakat di Indonesia. 50 Juta unit UMKM yang ada di Indonensia memerlukan kolaborasi dari stakeholder lainnya untuk menciptakan UMKM yang tangguh dan berdaya saing. UMKM tangguh dapat diwujudkan dengan adanya sinergi antara peruguruan tinggi, pemerintah dan pelaku usaha. Salah satu yang mendapat sorotan adalah peran dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi dalam menguatkan dan meningkatkan kualitas UMKM.

Hal tersebut sesuai dengan sebuah konsep menarik yang sering disebut sebagai Konsep Triple Helix. Triple Helix merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyebutkan peran serta dan kerjasama tiga elemen pembangunan yaitu pemerintah, pengusaha, dan kaum intelektual. Sebagai konsep, gagasan utama Triple Helix adalah sinergi kekuatan antara akademisi, bisnis, dan pemerintah. Kalangan akademisi dengan sumber daya, ilmu pengetahuan, dan teknologinya memfokuskan diri untuk menghasilkan berbagai temuan dan inovasi yang aplikatif. Effendi (2003) menyatakan bahwa masyarakat sekarang mempercayakan kepada perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi yang masih memiliki kekuatan moral untuk menjadi panutan masyarakat dalam transformasi menuju masyarakat global. Maka tidak bias dipungkiri jika perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar dalam memberdayakan kewirausahaan. Dalam penelitiannya, Rasyid (2007) menyatakan perlunya dilakukan kegiatan pemberdayaan UKM oleh perguruan tinggi dengan dibantu oleh pemerintah dan pihak terkait sehingga UKM dapat berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. UMKM milik rakyat Indonesia, sehingga diperlukan sinergitas dan saling membahu untuk menjadikannya sebagai roda pembangunan bangsa Indonesia. Terutama pendampingan dari dunia pendidikan, yaitu Perguruan Tinggi. Karena hal tersebut juga sesuai dengan nilai ketiga dari Tri Dharma PerguruanTinggi, pengabdian masyarakat.

Sumber: Dari berbagai sumber


Effendi, S. 2003. Pengelolaan Perguruan Tinggi Menghadapi Tantangan Global. 1-12. www.sofian.staff.ugm.ac.id diakses tanggal 13 Juli 2016

Rasyid, R. 2007. Keterkaitan Perguruan Tinggi Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro (UKM) di Sumatra Barat. Jurnal Eksekutif. (Vol. 4 No. 3): 217-230  

Foto: berdesa.com

Oleh: Isnawati Hidayah

Monday, 21 November 2016

Tanggapan Gubernur Jatim Menyoal Brexit: Perekonomian JawaTimur Terus Melaju

Tags


Brexit (Britain Exit) dan Bremain (Britain Remain) menjadi isu yang sedang hangat beberapa bulan kemarin dan diperbincangkan oleh semua Negara di dunia, termasuk Indonesia. Beberapa Negara terkena dampak oleh keputusan keluarnya UK dari Uni Eropa setelah 43 tahun bersama. Menurut berita yang dilansir ole enciety.co, Bapak Soekarwo selaku Gubernur Jawa Timur memaparkan bahwa Jawa Timur tidak terkena dampak secara langsung dari Brexit. Dia mengakui rupiah sempat melemah, namun pelemahan itu bukan disebabkan murni sentiment terhadap dampak Brexit. Hal tersebut didukung oleh pendapat Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro yang menyatakan bahwa " Brexit will have limited impact on Indonesia" yang dilansir dalam www.indonesia-investments.com pada 23 Juni 2016 lalu.(1)


Gubernur Jatim menyatakan bahwa “Sebetulnya yang menentukan itu The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat). Jika The Fed menaikkan suku bunganya, seluruh USD secara otomatis akan kembali. Sementara Inggris itu bagian ada  di dalamnya, dan tidak membawa dampak besar”. Pemerintah Indonesia dan BI (Bank Indonesia) belum tampak mengambil langkah-langkah yang strategis untuk mengantisipasi dampak dari Brexit ini. “Kebijakan Inggris seperti apa, kebijakan UE seperti apa kita belum tahu. Apakah ini kejutan sesaat atau berkepanjangan, kita tunggu saja,” tegasnya orang yang dikenal dengan sapaan Pak Karwo ini.(2)

Brexit tidak memberikan dampak langsung kepada perekonomian Indonesia khususnya Jawa Timur, sehingga mampu terus melaju dan berjalan secara normal. Para penanam modal dan pengusaha di Indonesia-pun tidak perlu khawatir mengenai kondisi perekonomian dari Negara Indonesia. Walaupun demikian pemerintah Indonesia dan BI (Bank Indonesia) masih terus memantau dan tetap berjaga untuk semua kemungkinan yang mungkin muncul.



Isnawati Hidayah
Surabaya, Jawa Timur