Thursday, 2 March 2017

10 Alasan Kenapa Kota Salatiga menjadi Kota Idaman

Tags
Kota Salatiga, kota dengan seribu pesona.

Apa yang pertama kali muncul dibenak anda ketika mendengar nama “Kota Salatiga”?. Pasti banyak yang nyeletuk dan bilang” Kenapa ga salah empat atau lima?”. Itulah guyonan yang sering dilontarkan kepada masyarakat asli kota yang berslogan HATI BERIMAN ini.
10 hal dibawah inilah membuat warga Kota Salatiga patut bangga dan daya tarik untuk teman-teman dari daerah lain agar mengunjungi kota kecil nan penuh pesona ini. 

1.   Kota Tanpa Potensi Wisata Alam

sources: kompasiana.com

Kota Salatiga minim akan potensi wisata alam.
Secara geografis, Salatiga merupakan kota kecil yang terletak di antara 2 gunung, yaitu Gunung Merapi dan Merbabu, serta dikelilingi pegunungan yang terletak di Kabupaten Semarang. Selain itu, kota nan cantik ini juga berada di antara 3 kota besar seperti Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).
Meskipun minim akan potensi wisata alam, secara geografis Salatiga sangat strategis untuk tempat persinggahan atau transit. Sehingga kota ini dikenal dengan sebutan Kota transit. Potensi ini juga tidak dapat terelakkan karena kota ini terletak ditengah Kabupaten Semarang dengan semua potensi dan tempat pariwisatanya.
Tantangan harus menjadi pelung, itulah karakter dari warga di kota kecil ini. Menyadari bahwa Kota Salatiga adalah Kota Transit, masyarakatnya tergugah dan temotivasi  untuk memilki Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mata pencaharian utama. Salatiga memiliki beberapa Desa Wisata yang bisa memanjakan pelanggan dengan produk-produk kreatif yang di produksi oleh masyarakat. Salah satunya adalah Desa Wisata Tingkir Lor yang menjadi pusat industri kecil dibidang konveksi. Contohnya adalah Griya Busana Zensy Famous, RIBEL Collection dan lain sebagainya. Bisnis perhotelan dan belanja menjadi daya Tarik yang menarik untuk para pelancong yang mampir. Selain itu, Desa Kuliner olahan ketela (dekat ABC) juga bisa menjadi salah satu opsinya

2. Kota Irit
source: lembang.co

Biaya hidup di kota yang akan berumur 1267 pada tahun 2017 ini relatif murah. Sehingga sangat ramah untuk para pelajar. Makan 6000 di warteg disekitaran Salatiga juga sudah mendapatkan porsi banyak. Terakhir kali, beli nasi padang, nasi + sayur + ayam + rendang, jatuhnya cuma 12 ribu. Es dawet berkisar 2000an dan soto bisa berkisar 3000an. Sehingga kota Salatiga menjadi kota yang hemat dikantong tapi tetap bikin puas dan tak terlupakan.

3.One Day Trip
sources: salatigakota.go.id

Salatiga, sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungkan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Luasnya 56,781 km2.. Kota kecil yang hanya perlu waktu satu hari untuk mengelilinginya. Bahkan kota ini 12 kali lebih kecil di bandingkan Negara Singapura. Menarik bukan? Kita bisa berkeliling kota hanya dalam waktu satu hari.

4. Jajanan Khas yang Memanjakan Lidah
sources: kuliner.panduan.wisata.id

Jajanan dan makanan khas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari daya tarik kota ini. Makanan khas yang ada dikota ini sebagai berikut:  Pertama, Wedang Ronde
Terletak di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, cocok bagi pelancong untuk beristirahat sambil minum wedang ronde agar badan kembali bugar. Kedua, Gula Kacang menjadi bagian dari makanan khas salatiga yang nyenengin dan bisa dibawa untuk oleh-oleh.
terletak di komplek Pasar Raya 1 dengan bahan dasar gula, kacang dan di tambahi jahe. Makanan ini membuat badan jadi hangat dan cocok sebagai buah tangan khas dari Salatiga.Selanjutnya,  Enting-enting Gepuk juga menjadi primadona bagi pelancong yang mampir di kota transit ini. Selain itu, Getuk “Ketek” juga memilliki daya tarik bagi pembeli. Penasaran kan?. Masih ada jajanan-jajanan lainnya seperti tumpang koyor, tahu campur dan lainnya

5.   Indonesia Mini
source: sarapandulu.blog


Selamat datang di Indonesia Mini,  Kota Salatiga. Kota ini memiliki beberapa kampus yang mahasiswanya datang dari berbagai penjuru, suku, agama dan ras. Universitas Satya Wacana, IAIN Kota Salatiga, STIE AMA, UT Salatiga, AMIKA, Akademi Kebidanan dan lainnya. Inilah yang menyebabkan Kota Salatiga dijuluki sebagai Indonesia Mini. Karena setiap tahunnya ada pendatang dari Sabang hingga Marauke, lengkap sudah!.

6. Toleransi Antar Umat Beragama

source: RatnaPutir

Setara Institute mengeluarkan hasil penelitian Indeks Kota Toleran pada 2015. Alhasil Kota Salatiga menempati peringkat kedua setelah pematang siantar. Kota Salatiga merupakan satu-satunya kota di Jawa Tengah yang masuk 10 besar untuk indeks kota paling toleran. Salah satu contoh toleransi yang telah dipaparkan di suaramerdeka.com dan paling nyata bisa dilihat adalah yang terjadi di Alun-alun Pancasila, Masjid Raya Darul Amal berada di kawasan yang sama dengan Gereja Kristen Jawa Salatiga Utara dan HKBP. Di Jalan Jendral Sudirman, masjid Pandawa berhadapan dengan Gereja Kristen Indonesia. Masjid Kauman di Jl KH Wahid Hasyim juga berlokasi tidak jauh dari Gereja Kristen Jawa. Tak hanya itu, masih ada beberapa kawasan yang bercirikan seperti itu. Itu baru soal bangunan, soal saling mendukung kegiatan beragama masing-masing pun juga tinggi. Paling tidak ini terlihat saat mereka saling meminjamkan lahan untuk parkir ketika perayaan hari raya.
Jumlah penduduk muslim di kota ini mencapai 75% yang merupakan mayoritas di kota ini. Kehidupan rukun, tentram dan damai. Semua berjalan harmonis dan beriringan. Ingin toleransi antar umat Bergama? Belajarlah ke Salatiga.

7. Lahirnya Tokoh Cerdas dan Berintegritas
sources: wikipedia.com

Adi Sutjipto, merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional yang cerdas dan berintegritas dari kota Salatiga. Tidak hanya beliau yang saat ini namanya telah diabadikan sebagai nama bandar internasional yang ada di kota Gudeg, Yogyakarta.  Selain itu ingatkah kalian dengan   pertempuran laut Aru yang menggugurkan pahlawan nasional di KRI Macan Tutul? Yos Sudarso. Beliau merupakan contoh lain dari pahlawan nasional yang bersala dari kota HATI BERIMAN ini. Selainitu banyak dilahirkan pemuda pemuda kreatif dan berprestasi dari kota ini. 

8. Masyarakat yang “Njowoni” dan Berbudaya
sources: lukman

“Njowoni” menjadi bagian yang tak terpisahkan dari imej masyarakat Kota Salatiga. Unggah-ungguh, tata bahasa Jawa masih kental melekat di masyarakat kota ini. 

9. Kota Sejarah

Kota salatiga merupakan kota yang sarat akan peninggalan masa penjajahan Belanda. Masih banyak bangunan bersejarah yang berdiri kokoh dan difungsikan dengan baik di kota ini. Contohnya adalah Puri Makutarama, Rumah Dinas Walikota Salatiga, polantas Kota Salatiga yang terletak di Jalan Diponegori. Bangunan kuno yang eksotis, dengan desain khas peninggalan jaman penjajahan Belanda. Ayo wisata sejarah di kota mungil ini!

10. Kota Dingin
sources: nationalgeographic.co.id

Suhu di Kota Salatiga mencapai 22 °C, Angin arah Selatan dengan kecepatan 3 km/h, Kelembapan 99%, sangat cocok untuk mereka yang mencari kesejukan. 



Penulis:
Isnawati Hidayah