Saturday, 22 July 2017

TIPS SEDERHANA: MEMPEROLEH LOA UNCONDITIONAL KE INGGRIS dan BELANDA




'




Hai teman-teman semua, bagaimana kabarnya?. Ditulisan ini saya akan sharing tips sederhana untuk teman-teman yang sedang hunting kampus dan ingin mendapatkan LoA Unconditional dari kampus-kampus idaman kalian semua untuk melanjutkan studi. Jadi, tulisan ini tidak akan fokus kepada kenapa kita memilih kampus ini atau negara ini dan itu, namun lebih ke tips untuk mendapatkan LoA dari kampus terkait.
Berdasarkan pengalaman saya pribadi, saya mendapatkan LoA dari Nottingham University (Business School), ISS Erasmus University Rotterdam di Hague dan Wageningen University di  dua program yang telah saya pilih.
Jemput Bola menjadi kunci utama dalam sebuah ikhtiar mencari beasiswa dan LoA dari kamus yang kita inginkan. Kalau saya pribadi, dulu pengetahuan dan pengalaman untuk berburu LoA masih sangat minim. Jadi, langkah yang pertama kali saya lakukan adalah:
1.       Browse melalui masterportal, The Higher University, QS World Rank, dan website-website kampus dna website lainnya. Dari sinilah saya mendapatkan insight awal mengenai kampus apa yang ingin saya pilih.
2.       Sharing dan bertanya pada mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan disana. Baik itu senior, teman, kenalan, maupun orang yang menjadi korban SKSD (Sok Kenal Sok Deket) dan ke-kepoan kita. Intinya sih satu, gunakan bahasa yang baik dan pantas. Sharing menjadi salah satu pilihan tepat yang saya lakukan, karena dari sinilah saya mendapatkan brainstorming terkait mendaftarkan diri ke kampusyang kita pilih.
3.       Join, sharing melalui webinar, sharing session yang diadakan oleh NESO, IDP dan lembaga lembaga konsultasi pendidikan lainnya. Ini sangat membantu.

Setelah mendaptkan list kampus yang akan kita daftari, saatnya untuk observe lebih lanjut lagi.
1.       Buka website kampus. Baca dan pahami requirements, study program dan course apa saja yang ditawarkan di program tersebut. Jangan sungkan untuk menghubungi contact person yang ada di website kampus.
2.      Catat dan pahami syarat-syarat pendaftaran yang diberikan oleh pihak kampus. Catatan penting! Setiap jurusan, setiap program, setiap kampus memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda-beda. Misalnya saja, kampus A meminta GRE/GMAT, sedangkan kampus B tidak. Kampus C meminta application fee, sedangkan kampus D tidak. Kampus E meminta kita mengirimkan berkas fisik ke kampus yang ingin kita tuju, namun kampus F tidak. Jadi, sekali lagi pastikan bahwa kita membaca syarat dan ketentuannya dengan teliti.

PERSIAPKAN PERSYARATAN
Jika kita sudah memenuhi semua syarat yang dibutuhkan seperti halnya:
1. Ijazah dan transkrip nilai dalam bahasa inggris.
Untuk beberapa kampus, mereka sudah melampirkan transkrip dan ijazah dalam dua bahasa. Namun bagi yang belum, jangan khawatir karena banyak lembaga-lembaga penerjemah tersumpah.
2. Sertifikat kemampuan bahasa dengan standar skor yang diminta oleh jurusan. English Profeciency yang paling popular di Indoensia adalah IELTS dan TOEFL IBT.
3. CV (Curiculum Vitae) menjadi syarat yang diminta oleh pihak admissions. Untuk teman-teman yang ingin mendaftaekan diri ke kampus yang ada di Eropa, biasanya mereka menggunakan format dari europass.
4. Motivation Letter
Berisi mengenai apa yang membuat teman-teman semua termotivasi untuk melanjutkan studi di jurusan tersebut, bahkan di universitas tersebut. Jangan lupa meminta bantuan teman-teman, saudara, kakak atau orang-orang disekitar kita untuk proofreads Motivation Letter kita, kebetulan kemarin saya dibantu oleh salah satu senior saya dari Salatiga. :)
5.Surat Rekomendasi
Surat ini bisa diberikan oleh dosen, atasan tempat kerja maupuan professor di universitas asal kita. Komunikasi yang baik menajdi kunci dalam memperoleh surat rekomendasi. Kalau saya kemarin, kebetulan saya mendapatkan rekmendasi dari Dekan di fakultas saya dan Direktur tempat saya bekerja sebelumnya. Untuk formatnya, terkadang ada universitas yang usdah menyediakan template untuk surat rekomendasinya atau bahkan ada yang tidak memberi ketentuan mengenai format suratnya.

Jika semua syarat sudah terpenuhi, maka teman teman bisa segera submit persyaratannya di kampus yang kita inginkan. Jangan lupa korespondensi yang baik dengan pihak univeristas dan di follow up ya.
Bicara menyoal submit persyaratan, pastikan kita semua sudah memahami betul tatacara pendaftaran dan deadline dari kampus yang bersangkutan.
Ada 2 insight yang saya dapatkan dalam prosen pendaftaran ke kampus untuk mendapatkan LoA Unconditional:
1.  Melalui agen pendidikan.
Cara ini adalah cara yang paling simple. Karena kita bisa melakukan pendaftaran ke universitas yang kita ingini, pengurusan visa dan berkas lainnya melalui agen-agen pendidikan yang ada, misalnya bisa ke IDP, Alfalink, SUN Education, Eduworld dan masih banyak lagi.
2.   Pendaftaran melalui portal admission dari pihak kampus. 
Jadi, biasanya pihak kampus sudah memiliki portal khusus untuk pendaftaran bagi calon mahasiwanya.
3.   Melalui National Registration System Portal
Melalui National Registration System Portal, misalnya studielink yang merupakan The Dutch National Registration System. Nanti dari pihak studielink-nya yang akan melanjutkan berkas pendaftaran kita ke pihak kampis.
4.       Online dan Offline
Sejauh ini yang saya temukan, ada beberapa kampus yang selain mendaftarkan diri melalui on;ine, para prospective student juga di haruskan mengirimkan berkas fisiknya ke kampus tujuan secara langsung. Jadi kita harusmengeluarkan kocek lebih untuk biaya pengiiriman berkas baik itu melalui DHL, FedEx, EMS dan jasa kurir pengiriman internasional lainnya. Pada tahap ini kita harus memastikan bahwa kita sudah memiliki timeline yang jelas, sehingga berkas sudah diterima pihak kampus sebelum batas akhir pendaftaran.




Selamat berjuang untuk menjadi bagian dari kampus idaman kalian, teman-teman!


Salatiga, 21 Juli  2017
Isnawati Hidayah