Friday, 18 August 2017

Mahasiswa Baru Wageningan University and Research dan bingung mau sholat dimana?Lakukan 3 hal simple ini!

Tags
Asyik, musim maba (Mahasiswa Baru) sudah datang! Yey!.
Itulah ucap saya di depan kaca, ya maklumlah, saya kan maba juga. Wih. Saat pertama tiba di Wageningen, Belanda, kami para maba sudah hectic dengan enrollment, residence permit dan perangkat lainnya yang harus segera diselesaikan. Eits, sibuk boleh, tapi sholat jangan sampai lewat. Biasanya kalau masih di UM dulu, tinggal jalan dikit sudah ada masjid yang asyik banget buat ngadem, tapi, disini? Dimanakah maba yang hectic ini sholat? sedangkan jika kita harus balik ke housing lumayan juga tuh. So, jangan khawatir, untuk kalian para maba, ini ada sedikit tips dari yang juga maba seperti kalian bernama, Isna.
1.       Hubungi Senior
Jangan sungkan untuk bertanya kepada senior dimanakah tempat yang bisa digunakan untuk sholat. Pasti kalian akan mendapatkan jawaban yang Insyaallah tidak sesat dari pada senior. Senior yang dimaksud disini adalah mahasiswa Indonesia yang sudah menempuh studi di kampus kita atau bisa teman-teman PPI.
2.       Vlog dan blog
Kepo-in Vlog maupun Blog para senior, ada sebuah vlog dari senior yang memaparkan dimanakah tempat yang bisa digunakan untuk sholat, kalau tidak salah vlog dari Mas Erbi Setiawan.
3.       Jika tidak kunjung menemukan jawaban, lakukan langkah-langkah dibawah ini:

a.       Ke Radix Building dan temui Resepsionis dan tanyakan dimana silent room.
b.      Sampaikan bahwa kita belum memiliki WURCard sehingga tidak bisa masuk kedalam.
c.       Ikuti Instruksi dari resepsionis. (Menulis nama dan memakai badge yang iberikan oleh respsionis.


d. Selamat sholat. :)






Simpe, bukan? By the way, silent room adalah ruang yang biasanya digunakan untuk taking a nap, namun boleh digunakan untuk sholat bagi yang muslim, (reserved for taking a napnya pada jam tertentu kalau tidak salah pukul 12-13). Enjoy!


Wageningen, 18 Agustus 2017

Tuesday, 15 August 2017

Mau Flight ke Belanda dengan Garuda Indonesia? Perhatikan 5 hal ini!

Tags


Ada tips sederhana buat teman-teman yang akan melakukan perjalanan keluar negeri, make your travel goes right, check this out!
1.       Bagasi
Garuda adalah salah satu maskapai terbaik di Indonesia bahkan dunia dan masuk dalam jajaran Skyteam. Garuda memberikan bagasi 40 kg untuk bagasi penerbangan kelas ekonomi. Jadi?
Jadi begini ceritanya, saya kemarin penerbangan dari Solo menuju Amsterdam. Sebelum drop bagasi ke counter check in, saya meminta petugas wrapping untuk menimbang seberapa berat bawaan saya. Ada 1 koper 28” dan tas punggung 1.
Kopernya memang besar, maklumlah untuk persiapan studi selama 2 tahun di negera kincir angin ini. Mulai dari baju hangat hingga freshcare, semuanya masuk. Termasuk Abon dari Bude kesayangan yang beratnya 1 kg. Oh iya, perlu kita ketahui bahwa koper kosong 28” rata-rata beratnya berkisar 5 kg. jadi, perhatikan berat bawaan anda. Saat ditimbang, angka yang muncul adalah 32,7. Sayapun bertanya ke petugas:
Isna: Apakah boleh?
Petugas: Tidak mbak, ini hitungannya menjadi 33 kg dan 1 koper maksimal hanya boleh 32 Kg.






Akhirnya abon dari Bude tersayang yang saya tumbalkan dan masuk ke ransel yang dibawa ke kabin. Beratnya jadi 32.1 Kg.
2.       Kalung, Ikat Pinggang atau Jam tangan.
Ini prosedur umum sih ya. Tapi biar tidak begitu ribet, temen-temen bisa melepas jam, ikat pinggang dang benda logam lainnya. Sehingga tidak repot ketika masuk ke checking, repot untuk melepas-lepas. It will make you easier!

3.       Identitas Diri (KTP, Paspor), Tiket
Recommended buat bawa tas kecil selain ransel untuk identitas diri, tiket HP dan benda penting lainnya akan sekiranya akan sering kita keluar masukkan.

4.       Laptop
Kalau teman-teman membawa laptop, jangan lupa sekiranya diletakkan di tempat yang mudah untuk mengambil dan memasukkannya lagi kedalam tas. Karena kemarin sama petugas laptop saya 2 kali diminta untuk mengeluarkan agar lebih dideteksi sama detectornya, apakah laptop ini aman atau tidak. Jadi, kemrin saya kena checking ini di Bandara Soekarno-Hatta dan Changi Airport.

5.       Sepatu
Kemarin saya pakai sepatu se mata kaki, jadi diminta dilepaskan oleh petugasnya saat di Changi Airport. Kasuistik sih, tapi buat gamabaran aja, sehingga teman-teman bisa prepare lebih mateng sebelum  flight-nya. Have a great journey and safe flight!


Wageningen, 16 Agustus 2017

Legalisasi Akte Kelahiran ke Kemenkumham, Kemenlu dan Kedubes: 5 Hal yang Wajib Kamu Tahu!

Tags





Salah satu dokumen yang harus disiapkan untuk pengurusan gementee di Municipality di Netherlands  adalah Akte Kelahiran Bahasa Inggris yang sudah dilegalisir oleh Kemenkumham, Kemenlu dan Kedubes. Pengurusan Akte Kelahiran yang sudah dilegalisir bisa menjadi tantangan tersendiri bagi teman-teman yang akan melanjutkan studi ke luar negeri, salah satunya Belanda. Hectic euy! Terutama untuk mereka yang berada didaerah yang jauh dari Ibukota. Karena apa?Kemenkumham, Kemenlu dan Kedubes berada di Ibukota negera kita tercinta, Jakarta. 
Berikut ini adalah 5 hal sederhana yang tidak boleh luput dai perhatian kita dan minimal kita harus tahu. Kebetulan kemarin ada salah satu teman kuliah yang dia juga menjadi mahasiswa di WUR yang bersedia membantu menguruskan akte legalisir untuk Isna. Soalnya saya sendiri domisili berdomisili di Kota Salatiga, jadi akan sangat rempong jika harus bolak-balik Salatiga-Jakarta untuk menyelesaikan legalisir akte. Check this out!
1.       Biaya
Untuk menyelesaikan proses legalisir, teman-teman semua setidaknya harus menyiapkan budget kurang lebih seperti di bawah ini dan ini tentative. Untuk yang mengurusnya secara kolektif atau dibantu teman, jangan lupa untuk mencantumkan fee tambahan transportasi, karena paling tidak mereka sudah berbaik hati untuk membantu kita.
Instansi
Keperluan
Biaya
KEMENKUMHAM
Legalisir
Materai
Rp. 25.000
Rp. 6.000
KEMENLU
Legalisir
Materai
Rp. 10.000
Rp. 6.000
KEDUBES
Legalisir:
EUR 26.25 / 390.000



2. Dokumen apa saja yang harus kita siapkan?So, make sure jika semuanya sudah dipersiapkan ya, agar kita tidak bolak-balik ke ketiga instansi tersebut karena ada berkas yang kurang. Semangat!
 Dokumen yang perly disiapkan:
- Akte Kelahiran  Asli,
- KTP (Kartu Tanda Penduduk) Asli,
- FC (Fotocopy) Akte 3 buah,
- FC (Fotocopy)  KTP  3 buah,
-  Surat kuasa bermaterai Rp. 6000,-
.
3. Surat Kuasa
Eits, ini khusus untuk teman-teman yang melegalisir secara kolektif atau diwakilkan dalam melegalisir ya.Banyak yang binging, sebenarnya berapa sih surat kuasa yang harus disiapkan untuk mengurus legalisir akte dan diwakilkan?
Ada 2 cara:
1. 1 (satu) surat kuasa, dimana dalam surat tersebut dijabarkkan bahwa Si A mewakili si B untuk menguruskan legalisir Akte di instansi a, , dan c.
Menurut paparan senior, di Kemenkumham, petugas yang ditemui cukup santai dan ramah. Beliau bilang sebenarnya tidak perlu repot buat surat kuasa satu per satu, satu surat saja yang mewakili cukup (a, b, c, memberikan kuasa ke d).
2. Membuat surat kuasa untuk masing-masing instansi.
4. Spesimen Tanda Tangan Kepala Dinas
Bagian ini nih! Karena setiap Disdukcapil Kab/Kota di Indonesia memiliki kebijakan yang berbeda-beda, tak sedikit yang mengalami kendala ketika meminta specimen kepala dinas. So, gimana dong?Menerjemahkan akte di sworn translator menjadi solusi terbaik, karena dengan proses ini kita tidak akan dimintai specimen tanda tangan kepala dinas. Tapi, jangan lupa untuk memastikan bahwa sworn translator yang kita gunakan memiliki SK Gubernur.
5. . Dokumen Terjemahan tersumpah Vs. Akte Dwi Bahasa
Jadi, jika kita menggunakan sworn translator kita tidak akan dimintai specimen kepala dinas. Ada juga yang mengatakan bahwa akte yang digunakan harus keluaran 5 tahun terakhir. Sedangkan akte saya keluaran tahun 2006, Panik? awalnya. Tapi, mulai sekarang teman-teman tidak usah panik, biar saya saja yang panik. #eciye. Karena akte terjemahan soorn translator dibolehkan kok, buktinya punya saya keluaran 2006 dan Alhamdulillah bisa.
Eits, jangan lupa untuk yang menggunakan akte dwibahasa tanyakan  ke Disdukcapilnya apakah akte tersebut sudah terdaftar di Kemenkumhan atau belum. Menghindari kejadian akte dikembalikan dan harus minta keterangan dari Disdukcapil, kalau translate nya di penerjemah tersumpah tolong dilampirkan SK gubernur nya juga. 
6. Bisa menggunakan agen!
Untuk teman-teman yang misalnya berada di luar Pulau  Jawa sehingga kaan sangat membutuhkan banyak budget apabila mengurus legalisir akte sendiri, amak menggunakan agen bisa menjadi jawban terbaik. Agen, siapa itu? Untuk teman-teman yang akan berkuliah di Groningen University dan Wageningen University bisa menggunakan GROW. Oh iya, bdgetnya adalah berkisar Rp.800-Rp.1.500.000an dan itu tentative. Cukup merogoh kocek dalam-dalam, namun ini bisa menjadi opsi dibandingkan kita bolak balik ke Jakarta dengan biaya trasnportasi dan akomodasi yang semakin membengkak.
Semoga bermanfaat dan lancer jaya semua ya pengurusan legalisir Akte Kelahirannya. Be happy!


Wageningen, Selasa, 15 Augustus 2017, 21:09:07 CEST

Isnawati Hidayah