Monday, 4 September 2017

5 Non-economic Barriers yang harus kamu ketahui dalam “Non-economic Barriers to Economic Development” oleh Bert F. Hoselitz

Tags






Bert F. Hoselitz dalam jurnalnya yang berjudul “Non-Economic Barriers to Economic Development” memaparkan mengenai hal-hal diluar bidang ekonomi yang menjadi penghambat dalam pembangunan ekonomi. Menurutnya, ekonomi tidaak hanya berkutat pada teknis-teknis produksi dalam kegiatn ekonomi namun juga termasuk norma-norma dan nilai sosial yang menjadi penghambat pembangunan ekonomi. Berikut ini adalah 5 non-economic barriers yang harus kita ketahui berdasarkan jurnal dari Bert F. Hoselitz:
1.      Status-conferring factors adalah hambatan untuk pembangunan ekonomi.
Pembangunan ekonomi menutut adanya perubahan formasi dalam kelompok masyarakat atau sering disebut dengan istilah social groups yang membutuhkan penyikapan yang berbeda untuk setiap inovasi yang ada untuk mencapai pembangunan ekonomi. Peningkatan kualitas sosial menjadi tidak dianggap penting karena saat ini masyarakat menjadi pihak yang “dikorbankan’. Masyarakat primitif memiliki pola pikir bahwa “wealth, political power, dan education” merupakan aspek-aspek yang sangat dipertimbangkan, dan itu menjadi penghambat dalam pembangunan ekonomi. Disisi lain, dalam pemikiran liberal, kekayaan, kekuatan politik dan pendidikan menjadikan masyarakat berada pada social group yang berbeda. Namun pendapat ini di kritik oleh Engels Friedrich, 1902 yang menyatakan bahwa pemisahan group social tidaklah ada. Englesh menyatakan bahwa “The modern state, no matter what its form is essentially a capitalist machine, the state of capitalist”. Karena pada faktanya diabad ke 19, tidak semua orang kaya dan berpendidikan ikut andil di ranah perpolitikan dan mereka hanya merupakan bagian dari grup kecil di masyarakat.
2.      Kurangnya aspirasidan realisasi dari defective knowledge dan konsekuensi dari ketidakmampuan dalam memutuskan dan mengimplementasikan rencana yang rasional dan  reliable.
3.      Pengabaian aspek-aspek penting dalam pembangunan ekonomi. Contohnya dalah ketika pemerintah mengkampenyekan mengenai pemberantasan malaria namun dari segi ekonomi masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar terkait kebersihan lingkungan untuk memberantas malaria secara total. Ini adalah salah satu bukti pengabaian pemerintah di aspek-aspek tertentu saat mengimplementasikan suatau projek dan program untuk masyarakat. Contoh lain adalah ketika gagalnya proyek swamp drainage untuk mengurangi jumlah penderita dan penyebaran malaria, namun gagal. Penyebabnya adalah korupsi dan mismanajemen. Hal tersebut juga merupakan salah satu wujud pengabaian dari pemerintah.
4.      Konf;ik short-run dan long-run
Adanya perbedaan antara rencana short-run dan long-run yang dilakukan di negara-negara, contohnya di Asia tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin yang harus berpartisipasi dalam industrialisasi dimana partisipasi ini  sangat penting untuk rencana jangka panjang mereka, tapi mengorbankan kepentingan jangka pendek masyarakat, dimana masyarakat masih belum siap untuk itu. Konflik ini juga merupakan hambatan untuk pembangunan ekonomi.

5.      Perubahan dalam metode kerja dan level kemampuan  yang akan mendukung perubahan teknis dalam aktivitas ekonomi. Kondisi ini mengharuskan peningkatan kulitas dari sumber daya manusia dan sistem kerjanya untuk mendukung tercapainya pembangunan ekonomi.

Menarik bukan?karena tanpa kita sadari hal-hal diluar aspek ekonomi juga mengambil andil yang besar dalam mendukung pembangunan ekonomi.

Wageningen, 4 September 2017




Sumber:
Non-Economic Barriers to Economic Development
Author(s): Bert F. Hoselitz
Source: Economic Development and Cultural Change, Vol. 1, No. 1 (Mar., 1952), pp. 8-21
Published by: The University of Chicago Press
Stable URL: http://www.jstor.org/stable/1151847
Accessed: 02-09-2017 17:20 UTC
REFERENCES Linked references are available on JSTOR for this article:http://www.jstor.org/stable/1151847?seq=1&cid=pdf-reference#references_tab_contents

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon