Tuesday, 24 October 2017

Apa yang Frank pikirkan tentang "Underdevelopment'?

Tags

 Sources: Frank, A.G. (1966). The Development of Underdevelopment. Monthly Review, 18:4, 17-31.
Salah satu ulasan menarik tentang artikel “The Development of Underdevelopment” oleh Frank. Andre Gunder Frank mencoba untuk menganaisis dan memahami “underdevelopment” dengan melihat dari hubungan sejarah antara negara miskin dengan negara negara maju atau industrialized world. Hubungan tersebut berupa satellite and metropolitan yang pada dasaranya memberkan lebih banyak keuntungan kepada negara-negara kaya dan menghambat pertumbuhan di negara-negara yang kurang berkembang. Dia menggunakan pendekatan  diachronic dan macro-oriented.
Source: Lakhsmanan' Presentation Slide
Frank mengasumsikan bahwa dalam sistem teori dependensia, sistem kapitalis bersifat global dan semua masyarakat menjadi bagiannya. Melibatkan indegenous people dalam globalisasi ekonomi hanyalah sebagai sebuah sarana untuk mewujudkan kepentingan dari negara-negara kaya dengan cara meningkatkan surplus pertumbuhan ekonomi mereka melalui eksploitasi di negara-negara berkembang atau sering disebut dengan istilah satellite. Sehingga adanya negara berkembang adalah karena adanya colonial past dan eksploitasi yang dilakukan secara terus menerus (oleh negara maju).
Frank mencoba memberikan tanggapannya terkait asumsi bahwa bahwa negera-negara miskin (underdevelopment countries) merupaka salah satu stage yang dulu pernah dialami oleh semua negara yang saat ini menjadi negera maju. Sehingga mengakibatkan negara tersebut tidak memiliki kapasitas untuk melawan berkembangnya sistem kapitalis dan harus mengorbankan pembangunan dari negara mereka sendiri.
Brazil adalah bukti dari negara yang memiiliki colonial past dan konsekuensi negatifnya. Sejak abad ke 16, Brazil sudah menjadi bagian dari world system. Pada awalnya, Brazil mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan melalui raw material export. Namun, pada akhirnya mereka tidak mampu bersaing dengan kompetitor dari luar negeri yang mengakbatkan perampasan lahan, ketimpangan distribusi pendapatan, produktifitas mereka menurun dan saat ii mereka tertinggal menjasi “develop the underdevelopment they live today”.
Dilain sisi, Jepang juga bisa menjadi bukti bahwa ketidakterlibatan Jepang dalam WST (World System) menjadikan mereka sebagai negara maju seperti saat ini. Jepang memiliki progres yang cepat tanpa pengaruh dar negara-negara barat. Itulah kenapa teori Rostow bahwa negara yang saat ini maju, pernah melalui tahap-tahap yang dialami negara berkembang.

Menarik, bukan? Sedikit mengetahui tentang serunya teori dependensia, keterlibatan negara-negara berkembang di WST dan bagaimana negara maju bisa menjadi maju seperti saat ini?

Wageningen, 23 Oktober 207

Isnawati Hidayah

Artikel Terkait

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon